Bersama Stakeholder, Babinsa Argosari Monitoring Wilayah Pasca Karhutlah

Lumajang – Dalam upaya memastikan kondisi wilayah tetap aman pascakebakaran hutan dan lahan (Karhutlah), Babinsa Argosari Koramil 0821-03/Senduro Sertu Edi Kuswanto bersama sejumlah stakeholder melaksanakan pemantauan dan monitoring wilayah pasca Karhutlah di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA) Argosari, personel BPBD Kabupaten Lumajang, personel Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), serta para relawan.

Monitoring dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini kawasan yang sebelumnya terdampak kebakaran sekaligus memastikan tidak terdapat titik api baru yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Berdasarkan pemantauan koordinat satelit, lokasi yang menjadi sasaran monitoring berada di wilayah Ledok Bedor pada titik koordinat -7.977162, 112.980247, dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 20 hektare.

Untuk mencapai lokasi, tim harus menempuh jarak sekitar 2,39 kilometer (1,48 mil) dengan kondisi medan berupa perbukitan. Perjalanan menuju lokasi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar enam jam dengan berjalan kaki menyusuri bukit.

Saat dikonfirmasi Sertu Edi Kuswanto menyampaikan bahwa monitoring pasca Karhutlah merupakan langkah penting untuk memastikan situasi di lokasi benar-benar aman, terutama dengan melakukan pengecekan terhadap kemungkinan munculnya titik api baru.

“Monitoring ini kami lakukan bersama stakeholder dan relawan untuk mengetahui kondisi terkini di lokasi bekas kebakaran. Selain memastikan tidak ada titik api baru, kegiatan ini juga sebagai langkah antisipasi agar potensi kebakaran susulan dapat segera diketahui dan ditangani,” ujarnya.

Menurutnya, medan yang cukup sulit dan perjalanan yang membutuhkan waktu panjang tidak menyurutkan semangat tim untuk melakukan pemantauan secara langsung. Sinergi antara Babinsa, BPBD, TNBTS, MPA, mahasiswa, dan relawan menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan hutan dan lahan di wilayah Desa Argosari.

Kegiatan monitoring juga menjadi bentuk kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi Karhutlah, mengingat kondisi kawasan perbukitan membutuhkan perhatian dan pemantauan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kondisi wilayah pasca kebakaran dapat terus terpantau dengan baik serta setiap indikasi munculnya titik api baru dapat segera diketahui, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu. (Pendim0821)

Related Articles

BERITA TERKINI